Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Trainer, Motivator, Inspirator

Kita sering mendengar kata trainer, motivator, dan inspirator. Apakah kata-kata tersebut merujuk kepada makna yang sama atau berbeda satu dengan yang lainnya?

Ketika mendengar kata motivator, apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Kalau saya, yang terlintas dalam pikiran adalah seorang pembicara yang membawakan materi motivasi.

Kalau kita perhatikan lagi, makna motivator adalah sesuatu atau seseorang yang memotivasi. Seorang motivator adalah seorang yang memotivasi dirinya sendiri atau orang lain. Seorang guru bisa menjadi motivator bagi muridnya. Seorang ayah bisa menjadi motivator bagi anaknya. Seorang istri bisa menjadi motivator bagi suaminya. Seorang teman bisa menjadi motivator bagi teman-temannya. Siapa pun bisa dan seharusnya menjadi seorang motivator, apa pun latar belakang dan profesinya.

Trainer adalah orang yang memberikan training atau pelatihan kepada peserta training / trainee. Seorang trainer yang baik mampu membuat peserta training menjadi memiliki skill / keahlian sesuai dengan materi trainig yang disampaikan.

Materi training bisa berupa hard skill maupun soft skill. Contoh dari hard skill adalah keahlian menjahit, memasak, merias, mengetik, mengemudi mobil, dan lain sebagainya. Adapun contoh dari soft skill adalah keahlian berbicara di depan publik, keahlian berkomunikasi yang efektif, dan lain sebagainya.

Apa pun materi yang disampaikannya, seorang trainer yang hebat harusnya bisa memotivasi peserta training untuk yakin dan semangat bisa memiliki keahlian yang disampaikan selama proses training. Dengan kata lain, seorang trainer yang hebat adalah juga seorang motivator, apa pun materi training yang disampaikannya.

Ketika kita membaca atau mendengar sebuah kisah hidup seseorang, tidak jarang kita terkagum-kagum dengan kisah hidup orang tersebut. Bahkan tidak sedikit yang menginspirasi kita untuk menjalani hidup dengan cara yang lebih baik.

Seorang inspirator adalah orang yang pengalaman hidupnya mampu menginspirasi orang lain untuk meniru atau paling tidak menerapkan nilai-nilai positif yang terkandung di dalam kisah hidupnya.

Setiap orang bisa menjadi story-teller yang menceritakan kisah hidupnya atau menceritakan kisah hidup orang lain yang inspiratif dan mampu mempengaruhi jiwa orang yang mendengar cerita tersebut.

Apa pun posisi kita saat ini, apa pun profesi yang sedang kita jalani, setiap kita hendaknya menjadi seorang motivator dan inspirator. Kita hendaknya memotivasi dan menginspirasi sebanyak mungkin orang, mulai dari diri kita dan orang-orang terdekat di sekitar kita, supaya termotivasi dan terinspirasi untuk menjalani hidup ini dengan lebih baik lagi.

Apalagi kalau posisi kita sebagai seorang trainer, menjadi motivator dan inspirator adalah sebuah tuntutan, karena kita dituntut untuk membuat peserta training termotivasi dan terinspirasi menyerap keahlian yang kita berikan selama training berjalan.

Selamat memotivasi dan menginspirasi.
[ Read More ]

Visi Indonesia 2045

Tajuk koran Republika hari Senin, 26 Maret 2007, yang berjudul Visi Indonesia 2030 cukup menarik untuk dicermati. Dalam tulisan tersebut dimuat Visi Indonesia 2030 yang digagas oleh Yayasan Indonesia Forum dan dipresentasikan di istana negara pada hari Kamis, 22 Maret 2007.

Pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara yang unggul dalam pengelolaan kekayaan alam dengan ditopang 4 (empat) pencapaian utama, yaitu:

Pertama, Indonesia menjadi negara 5 (lima) besar dengan pendapatan per kapita sebesar 18 ribu dolar AS.
Kedua, Indonesia mampu mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan.
Ketiga, Indonesia mampu mewujudkan kualitas hidup modern yang merata.
Keempat, Indonesia memiliki sedikitnya 30 perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 Companies.

Sebuah visi yang cukup ambisius, mengingat saat ini Indonesia berada pada kedudukan sebagai negara dengan bependaptan menengah ke bawah (lower middle income). Berbicara tentang pengelolaan kekayaan alam, baru-baru ini Indonesia termasuk salah satu negara penghasil polusi terbesar di dunia akibat kebakaran hutan. Kita juga masih sering dibanciri berita tentang bencana yang salah satunya akibat kesemrawutan pengelolaan kekayaan alam. Tentang pemerataan kualitas hidup mungkin sekarang sudah tercapai, tetapi yang merata adalah kualitas hidup miskin. Tentang jumlah perusahaan, kita bisa menghitung dengan jari perusahaan-perusahaan Indonesia yang bisa disebut world-class companies.

Tetapi, kita berbicara visi, memang kita harus membuat visi yang ambisius. Dengan kata lain, kita tidak diharamkan untuk bermimpi. Dengan catatan, tidak berhenti sampai bermimpi saja, tetapi harus ditindaklanjuti dengan usaha, dengan action untuk mencapai mimpi tersebut.

Dalam buku-buku pengembangan diri, saya sering mendapatkan penjelasan bahwa hambatan terbesar banyak terjadi pada diri kita sendiri. Banyak orang yang sudah pesimis, sudah merasa tidak mampu sebelum melakukan tindakan. Bahkan banyak yang tidak berani untuk sekedar bermimpi.

Kalau Indonesia dipenuhi oleh orang-orang yang berani, yakin akan kemampuan diri sendiri, bekerja dan berusaha untuk mencapai cita-cita, bukan hal yang mustahil Visi Indonesia 2030 seperti tersebut di atas akan tercapai.

Saya sendiri sering merenung bakal jadi apa Indonesia pada tahun 2045, pada usia 100 tahun merdeka. Ayo kita buat Visi Indonesia 2045. Kita rangkai mimpi, kemudian kita susun strategi, dan kita buat aksi.
[ Read More ]