Sunday, December 14, 2008

Like 6 years Ago

Aku tetap mencintaimu.
Seperti 6 tahun yang lalu.

Wednesday, December 10, 2008

Telpon ke Arab Saudi

Sebelum kedua orang tua saya berangkat ke tanah suci tanggal 25 November 2008, saya berpesan agar ketika tiba di Mekah membeli kartu perdana gsm pra bayar supaya biaya komunikasi lebih murah.

Beberapa hari setelah berada di Mekah, orang tua saya menelepon dan mengirim SMS dengan nomor GSM baru dengan nomor +966 (Arab Saudi). Saya coba kirim SMS dengan kartu Mentari ternyata harga per SMS Rp 500.

Kemudian dari nomor Mentari saya coba telepon nomor HP ibu saya +966 dst, eh ternyata tersambung, tetapi tidak ada suara terdengar. Yang ada pulsa tersedot lumayan (kalau tidak salah sektiar Rp 2000,- selama beberapa detik).

Kemudian saya ingat pernah baca iklan salah satu operator GSM di pinggir jalan dengan tulisan "Nelpon ke Bangkok lebih murah daripada nelpon ke Bangka". Saya cari-cari di internet ternyata dengan menggunakan kartu prabayar Three, bisa telpon ke luar negeri dengan harga sekitar Rp 150,- / 6 detik (belum termasuk PPN).

Kemudian saya cari-cari lagi akhirnya dapat informasi bahwa dari telpon rumah atau dengan menggunakan kartu Flexi, bisa telpon ke luar negeri dengan tarif kalau tidak salah Rp 147 / 6 detik dengan melakukan panggilan ke 017 + kode negara + kode area + telp.

Sampai pada akhirnya adik saya Firman yang berada di Lampung mengabari bahwa menggunakan Mentari juga murah, Rp 190,- / 6 detik.
Saya langsung meluncur ke web site Mentari Indosat. Di situ saya mendapatkan informasi bahwa kita dapat melakukan panggilan ke luar negeri dengan menghubungi no 01016 + kode negara + kode area + telp, dengan tarif Rp 190,- / 6 detik (sudah termasuk PPN).

Karena saya sudah 6 tahun menggunakan kartu Mentari Indosat dan malas kalau harus beli dan registrasi kartu prabayar baru, akhirnya saya menggunakan kartu Mentari untuk menelpon ibu atau bapak yang sedang melakukan ibadah haji. Dengan tarif Rp 1.900,- / menit, bisa sering2 menghubungi ibu atau bapak. Bahkan pernah ketika ua (kakak ibu atau bapak) ke rumah menanyakan kabar ibu dan bapak, saya telpon aja ibu saya dan suruh ua langsung berbicara dengan ibu.

Alhamdulillah. Dengan perkembangan teknologi telekomunikasi seperti sekarang, komunikasi menjadi lebih mudah dengan harga yang terjangkau. Bogor - Mekah menjadi terasa dekat.

Wednesday, December 3, 2008

What For Blog

Bener gak ya nulis judulnya. Kalau What For Dinner kan artinya Makan malam apa ni? Atau ada menu apa untuk makan malam? Nah kalau What For Blog berarti Ada apa untuk blog? Padahal maksudku adalah Blog untuk apa? Atau ngeblog untuk apa? Apa judulnya harusnya Blog For What? Tau ah.

Selama sekian lama gak ngeblog, aku suka iseng2 liat2 blog orang. Istilahnya blogwalking ya. Wah ternyata macam2 ya tujuan orang ngeblog. Ada orang yang ngeblog untuk mendukung bisnisnya. Ada juga yang ngeblog untuk membuat diary online. Yang ini ternyata bisa jadi serius juga lho. Buktinya ada blog2 seperti itu yang akhirnya jadi buku bahkan ada yang akhirnya jadi film. Trus ada juga yang ngeblog untuk cari duit. Nah yang ini serius nih ngeblognya.

Dari seorang teman yang ngeblog untuk cari duit ini, aku jadi dapat pencerahan baru ni tentang cari duit di internet. Ada yang buat blog terus di blognya dibuat adsense. Nah dapet duit deh dari iklan yang diklik. Terus ada juga yang namanya paid review. Di blognya dibuat posting berupa review suatu produk. Nah tar dibayar deh sama produsen itu produk. Dan lain-lain dan sebagainya.

Yah apa pun tujuan orang ngeblog, yang jelas aku masih seperti yang dulu. Maksudnya, kadang2 ngeblog kadang2 tidak ngeblog.

Long Time Not Blog

Wah, ternyata dah setahun lebih ini blog gak di-update. Hehehe, lama juga ya.. Kalau di-inget2, emang aku ngeblog ini gak tentu. Kalo lagi semangat, ya semangat. Kalo lagi males, ya males. Tapi kebanyakan sih malesnya.

Pernah dulu tahun 2002 pas bulan Ramadhan, semangat bikin blog catatan-ramadhan.blogspot.com. Isinya ya apa aja seputar Ramadhan atau resume dari kajian-kajian yang aku ikuti selama Ramadhan. Wah hampir tiap hari deh tuh blog di-update.

Trus pernah tahun 2005 juga punya blog moen.blogor.net. Awal-awal sih rajin banget tuh diisi. Anak lahir, bikin posting. Temen ultah, bikin posting. Eh terus kambuh malesnya dan gak tau deh ke mana tuh posting2 yang pernah dibuat. Masalahnya domain dan hosting waktu itu cuma langganan 1 tahun. Wah berarti angus deh tulisan-tulisan yang dibuat dengan susah payah itu.

Eh kayaknya pernah deh nulis posting kayak gini. Udah ah.

Tuesday, April 3, 2007

Barbeque ala Gang Gang Sullai

Hari Rabu (28/3/2007) saya dan teman-teman kantor makan siang bareng di Gang Gang Sullai, Cideng. Awalnya saya mengira di restoran Korea ini akan makan ganggang seperti yang di pelajaran biologi waktu SMA. Terbayang bakal ada ganggang hijau, ganggang merah, dan ganggang lainnya.
Ternyata restoran ini menawarkan barbeque dengan cara yang berbeda. Di setiap meja disediakan kompor dan wadah tempat membakar daging. Kita sendiri yang membakarnya. Wah ngerjain juga nih koki, masa kita dah bayar disuruh masak sendiri. Hehehe, mungkin konsepnya selain menjual makanan, juga menjual pengalaman lain kepada konsumen.
Harganya saya kira tidak terlalu mahal karena di situ ada paket All You Can Eat. Dengan membayar IDR 40.000 per orang, setiap orang mendapat paket berupa daging sapi yang diiris tipis-tips, daging ayam dan cumi yang sudah dikasih bumbu, mihun, soup, salad, nasi, dan es krim.
Dengan menggunakan sumpit, daging-daging tadi kita simpan di atas kompor, terserah kita apakah mau membakarnya sebentar, setengah matang, atau sampai gosong. Setelah itu kita celupkan ke kuah (kayak kecap gitu deh) dan kita makan, hmm mak nyoss.
Sebuah pengalaman baru yang mengesankan. Dan yang pasti, puas juga makan daging bakar. Tapi pas kembali lagi ke kantor, baju agak bau asep, dan perut kerasa panas.

Sky Walk Paid Area

Ada istilah baru yang saya dapatkan ketika menunggu bus Trans Jakarta di Halte Manggarai. Sky Walk Paid Area (SWPA), yaitu jembatan penyebrangan yang menghubungkan 2 halte bus Trans Jakarta. Kedua halte ini biasanya dilalui oleh 2 (dua) koridor (trayek) yang berbeda.

Disebut sky walk mungkin karena berupa jembatan yang tinggi di atas jalan, dan digunakan untuk berjalan kaki. Disebut paid area karena untuk menggunakan SWPA ini kita harus masuk ke halte bus Trans Jakarta yang berarti kita harus membeli tiket.

Pada kertas yang dipasang di pintu keluar masuk bus di halte Manggarai, dapat diketahui bahwa saat ini ada 3 (tiga) SWPA, yaitu :
  • SWPA yang menghubungkan halte Dukuh Atas I dan Dukuh Atas II (persilangan koridor 1 dan 4)
  • SWPA yang menghubungkan halte Senen dan Senen Central (persilangan koridor 2 dan 5)
  • SWPA yang menghubunkan halte Matraman I dan Matraman II (persilangan koridor 4 dan 5)

Sampai saat ini, saya baru menggunakan SWPA di Dukuh Atas. Sebuah jembatan yang sangat panjang. Saya membutuhkan waktu 5 (lima) menit untuk berjalan melalui SWPA dari halte Dukuh Atas I ke Dukuh Atas II atau sebaliknya. Dengan kecepatan rata-rata jalan kaki 6km/jam, berarti panjang SWPA tersebut sekitar 500 m. Makanya ada teman saya yang menyebutnya wisata jalan kaki.

Sunday, April 1, 2007

Ngeblog di Leuwiliang

Posting ini saya buat di warnet mafazah.net, Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Saya penasaran untuk mencoba online di warnet ini, dan ternyata not bad. Dengan harga harga Rp 3000 per jam, kecepatannya lumayan. Saya menebak koneksi internetnya menggunakan speady, soalnya IP-nya 125.160.97.# (PT Telekomunikasi Indonesia). Setelah saya tanyakan ke petugasnya ternyata benar menggunakan speady. Wah lumayan cepet juga ya speady di Leuwiliang.

Saya coba buka beberapa website yang biasa saya kunjungi seperti gmail.google.com, mail.yahoo.com, id.jobstreet.com , www.jobsdb.com, flickr.com, sitemeter.com, dan lainnya. Semuanya lumayan cepat, cuma pada saat mau login ke blogger.com, lama banget form sign up terbuka. Padahal saya mau posting blog, ya akhinya posting via email gmail.com

Saya cukup puas, karena ternyata ada warnet yang tidak terlalu jauh dari rumah dan kecepatannya lumayan OK. Saya jadi tak khawatir kalau kapan-kapan tidak dapat lagi koneksi internet kenceng - dan gratis - di kantor. Sama tak khawatirnya kalau kapan-kapan jadi enterpreneur yang blm bisa buat kantor dengan koneksi internet kenceng.