Tampilkan postingan dengan label dinar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dinar. Tampilkan semua postingan

Antara Emas Dan Tanah

Pada bulan Desember 2010 ada teman yang ingin menjual emasnya dalam bentuk Logam Mulia (LM) keluaran antam dengan berbagai pecahan. Dengan kesepakatan harga kurs tengah akhirnya kepingan-kepingan emas itu saya beli.

Pada beberapa bulan berikutnya saya juga melengkapi simpanan emas saya dengan membeli beberapa keping dinar emas.

Pada bulan September 2011 ada teman yang membutuhkan uang dan menawarkan menjual tanahnya. Akhirnya saya jual emas-emas yang saya miliki dan uangnya saya belikan tanah tersebut.

Secara hitung-hitungan, menyimpan emas dalam bentuk logam mulia atau dinar itu sangat menggiurkan. Dalam waktu 9 bulan saya bisa memperoleh return emas sebesar 30%. Wow!

[ Read More ]

Mengapa harus uang kertas?

Fungsi dasar uang itu ada 3:
1. Sebagai alat tukar (medium of exchange)
2. Sebagai satuan hitung (unit of account)
3. Sebagai penyimpan nilai (store of value)

Yang menjadi masalah adalah, uang kertas hanya bisa menjalankan fungsi nomor 1,
dan tidak bisa menjalankan fungsi nomor 2 dan 3.

Sebagai contoh, sebagai satuan hitung, uang bisa digunakan untuk menghitung
besar kecilnya pinjaman. Dalam Islam, transaksi pinjam-meminjam (qard) adalah
transaksi non-profit.
Tidak dibenarkan ketika si A meminjamkan sejumlah uang X kepada si B, si B harus
mengembalikan uang sejumlah X+Y kepada si A, karena transaksi itu mengandung
unsur riba.
Yang benar adalah si B mengembalikan uang tetap sejumlah X kepada si A. Yang
menjadi masalah adalah perbedaan waktu antara saat si B meminjam uang dan saat
si B mengembalikan uang, nilai X sudah berubah. Yang awalnya uang sejumlah X
tersebut bisa membeli barang Z, tetapi pada saat B mengembalikan, uang tersebut
nilanya lebih kecil daripada barang Z. Maka si A dirugikan.

Begitu pun untuk fungsi yang ketiga, jika kita menyimpan uang sejumlah X, maka
dalam waktu 10 tahun kemudian nilai X bisa turun, bahkan melebihi 50% nilai
awalnya.

Jadi, mengapa harus uang kertas?


- Posted using BlogPress from my iPhone
[ Read More ]

Jangan simpan uang Anda, habiskan semuanya


Pertama saya ingin share harga emas dalam USD/Oz dan IDR/gr dan harga Dinar dalam IDR/Dinar.
Silakan lihat grafik berikut ini:



Kemudian saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan:
Apakah Anda punya tabungan uang kertas, baik dalam IDR, USD, SGD atau mata uang lainnya?
Sudah berapa lama uang tabungan Anda tersebut mengendap?

Misal, pada tahun 2000 Anda menyimpan uang senilai IDR 3 juta.
Jika pada saat itu uang Anda ditukar dengan Dinar maka Anda akan memperoleh sekitar 9.3 Dinar.
Dan jika uang IDR 3 juta Anda tukar Dinar di tahun 2010, maka Anda akan memperoleh sekitar 2 Dinar atau sekitar 21.5% dari nilai awal Dinar di tahun 2000.
Wah, hilang ke mana ya 7.3 Dinar?

Misal, selama tahun 2000 sampai 2010 uang Anda mendapatkan bunga atau bagi hasil rata2 sekitar 12% setahun, maka uang Anda di tahun 2010 akan menjadi IDR 9.317.545.
Jika pada tahun 2010 uang tersebut ditukar dengan Dinar, maka akan memperoleh sekitar 6.2 Dinar atau sekitar 67% dari nilai awal Dinar di tahun 2000.
Ternyata masih ada 3.1 Dinar yang hilang.

Itu adalah salah satu contoh betapa lemahnya nilai uang kertas tersebut.
Bukan hanya IDR, tapi semua uang kertas itu nilannya semakin lama semakin lemah.
Ah, tapi itu kan dibandingkan dengan Dinar, coba dibandingkan dengan yang lainnya..
Boleh, silakan Anda ingat2 dan hitung2 nilai uang kertas 5 atau 10 tahun yang lalu dengan nilainya sekarang.
Bandingkan uang tersebut dengan harga bahan makanan (beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, dll), harga pakaian, harga rumah atau apartemen, biaya pendidikan, ongkos naik haji, atau dengan harga benda lainnya.

Pertanyaan selanjutnya:
Apakah Anda berencana menyimpan uang kertas untuk keperluan pensiun 10, 20 atau 30 tahun yang akan datang?
Apakah Anda berencana menyimpan uang kertas untuk keperluan biaya sekolah putera-puteri tercinta 5, 10, atau 20 tahun ke depan?

Sebelum Anda kecewa 5, 10, atau 20 tahun yang akan datang, lebih baik jangan disimpan uang Anda. Habiskan saja semuanya.

Lebih baik Anda belanjakan uang Anda kepada apa saja yang nilainya tidak berkurang.
Bisa Anda belikan beras semuanya, tapi kalau terlalu lama beras akan busuk.
Kecuali Anda buka toko beras sehingga berasnya terus berganti dengan beras yang baru.
Bisa Anda belikan tanah semuanya, tapi harus hati-hati karena pada saatnya nanti Anda terpaksa butuh uang kertas, tidak ada jaminan tanah tersebut mudah dijualnya.
Bisa Anda belikan emas batangan atau dinar semuanya, tapi jangan lupa bayar zakat kalau sudah mencapai haul dan nishabnya.
Bisa Anda belikan modal usaha, tapi Anda harus punya ilmunya. Dan kalau berhasil insya Allah uang Anda akan jauh lebih barokah, apalagi bisa menyediakan lapangan kerja.

Jadi, jangan simpan uang Anda, habiskan semuanya.

[ Read More ]