Barbeque ala Gang Gang Sullai

Hari Rabu (28/3/2007) saya dan teman-teman kantor makan siang bareng di Gang Gang Sullai, Cideng. Awalnya saya mengira di restoran Korea ini akan makan ganggang seperti yang di pelajaran biologi waktu SMA. Terbayang bakal ada ganggang hijau, ganggang merah, dan ganggang lainnya.
Ternyata restoran ini menawarkan barbeque dengan cara yang berbeda. Di setiap meja disediakan kompor dan wadah tempat membakar daging. Kita sendiri yang membakarnya. Wah ngerjain juga nih koki, masa kita dah bayar disuruh masak sendiri. Hehehe, mungkin konsepnya selain menjual makanan, juga menjual pengalaman lain kepada konsumen.
Harganya saya kira tidak terlalu mahal karena di situ ada paket All You Can Eat. Dengan membayar IDR 40.000 per orang, setiap orang mendapat paket berupa daging sapi yang diiris tipis-tips, daging ayam dan cumi yang sudah dikasih bumbu, mihun, soup, salad, nasi, dan es krim.
Dengan menggunakan sumpit, daging-daging tadi kita simpan di atas kompor, terserah kita apakah mau membakarnya sebentar, setengah matang, atau sampai gosong. Setelah itu kita celupkan ke kuah (kayak kecap gitu deh) dan kita makan, hmm mak nyoss.
Sebuah pengalaman baru yang mengesankan. Dan yang pasti, puas juga makan daging bakar. Tapi pas kembali lagi ke kantor, baju agak bau asep, dan perut kerasa panas.
[ Read More ]

Sky Walk Paid Area

Ada istilah baru yang saya dapatkan ketika menunggu bus Trans Jakarta di Halte Manggarai. Sky Walk Paid Area (SWPA), yaitu jembatan penyebrangan yang menghubungkan 2 halte bus Trans Jakarta. Kedua halte ini biasanya dilalui oleh 2 (dua) koridor (trayek) yang berbeda.

Disebut sky walk mungkin karena berupa jembatan yang tinggi di atas jalan, dan digunakan untuk berjalan kaki. Disebut paid area karena untuk menggunakan SWPA ini kita harus masuk ke halte bus Trans Jakarta yang berarti kita harus membeli tiket.

Pada kertas yang dipasang di pintu keluar masuk bus di halte Manggarai, dapat diketahui bahwa saat ini ada 3 (tiga) SWPA, yaitu :
  • SWPA yang menghubungkan halte Dukuh Atas I dan Dukuh Atas II (persilangan koridor 1 dan 4)
  • SWPA yang menghubungkan halte Senen dan Senen Central (persilangan koridor 2 dan 5)
  • SWPA yang menghubunkan halte Matraman I dan Matraman II (persilangan koridor 4 dan 5)

Sampai saat ini, saya baru menggunakan SWPA di Dukuh Atas. Sebuah jembatan yang sangat panjang. Saya membutuhkan waktu 5 (lima) menit untuk berjalan melalui SWPA dari halte Dukuh Atas I ke Dukuh Atas II atau sebaliknya. Dengan kecepatan rata-rata jalan kaki 6km/jam, berarti panjang SWPA tersebut sekitar 500 m. Makanya ada teman saya yang menyebutnya wisata jalan kaki.

[ Read More ]

Ngeblog di Leuwiliang

Posting ini saya buat di warnet mafazah.net, Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Saya penasaran untuk mencoba online di warnet ini, dan ternyata not bad. Dengan harga harga Rp 3000 per jam, kecepatannya lumayan. Saya menebak koneksi internetnya menggunakan speady, soalnya IP-nya 125.160.97.# (PT Telekomunikasi Indonesia). Setelah saya tanyakan ke petugasnya ternyata benar menggunakan speady. Wah lumayan cepet juga ya speady di Leuwiliang.

Saya coba buka beberapa website yang biasa saya kunjungi seperti gmail.google.com, mail.yahoo.com, id.jobstreet.com , www.jobsdb.com, flickr.com, sitemeter.com, dan lainnya. Semuanya lumayan cepat, cuma pada saat mau login ke blogger.com, lama banget form sign up terbuka. Padahal saya mau posting blog, ya akhinya posting via email gmail.com

Saya cukup puas, karena ternyata ada warnet yang tidak terlalu jauh dari rumah dan kecepatannya lumayan OK. Saya jadi tak khawatir kalau kapan-kapan tidak dapat lagi koneksi internet kenceng - dan gratis - di kantor. Sama tak khawatirnya kalau kapan-kapan jadi enterpreneur yang blm bisa buat kantor dengan koneksi internet kenceng.

[ Read More ]